Rasulullah saw mengetahui peristiwa karbala sebelum terjadinya dan Nabi menangisi al Husein

Dalam kitab Silsilah Al-Ahadis As-Shahihah, karya Al-Albani, jilid 2 hal 464, terbitan Maktabah Al-Ma’arif Riyadh, tahun 1995:
Rasulullah saw bersabda: “Jibril datang kepadaku dan mengabarkan bahwa umatku akan membunuh putraku ini, aku berkata: putraku yang ini (Al-Husein)? Rasulullah saw menjawab: benar, Jibril juga membawakanku tanah merah.”

Al-Albani berkata: Hadis ini telah dikeluarkan oleh Al-Hakim, sedangkan lafadz periwayatan Al-Baihaqi dari Ummul Fadhl binti Haris berbunyi, bahwa dia pernah mengunjungi Rasulullah saw dan berkata: Rasulullah saw berkata: “Sesungguhnya apa yang kau lihat (dalam mimpimu) adalah kebaikan, Fatimah akan melahirkan seorang anak yang Insya Allah akan berada di pangkuanmu. Maka Fatimah pun melahirkan Al-Husein dan dia di pangkuanku seperti yang dikatakan oleh Rasulullah saw. Setelah itu aku mendatangi Rasulullah saw dan meletakkan putra Fatimah yang baru lahir itu di kamar beliau, aku pun tercengang melihat seketika Rasulullah saw MENANGIS TERSEDU-SEDU, aku bertanya: wahai Rasulullah, apa yang terjadi padamu?”….. kemudian lafadz hadis sama seperti sebelumnya.

Al-Hakim berkata: Hadis ini shahih sesuai syarat bukhari-muslim, akan tetapi Adz-Dzahabi berkata: hadis ini sanadnya lemah (dhaif). Aku (Al-Albani) berpendapat: akan tetapi hadis ini memiliki banyak jalur periwayatan yang membuktikan bahwa hadis ini shahih.

Hadis ini menunjukan bahwa menangisi al Husein merupakan SUNNAH Nabi saw. Juga merupakan dalil terhadap orang-orang yang selalu mempertanyakan mengapa al Husein tidak menuruti saran para sahabat yang melarang beliau pergi ke Karbala, seakan – akan para sahabat ini tidak mengetahui bahwa kepergian al Husein Karbala merupakan hal yang telah dikabarkan oleh Rasulullah saw jauh-jauh hari, oleh karena itu riwayat yang mengatakan bahwa sahabat menasehati al Husein untuk tidak pergi ke Karbala perlu ditinjau kembali, karena artinya bisa melecehkan mereka (para sahabat yang menasehati al Husein) seakan-akan mereka tidak pernah mendengar sabda Nabi saw tentang terbunuhnya al Husein di Karbala dan yang lebih berbahaya lagi jikalau al Husein tidak pergi ke Karbala maka hal ini menjadikan sabda Nabi saw tidak terbukti kebenarannya dan hal ini mustahil terjadi.

Allahumma Sholi ‘Ala Muhammad Wa Aali Muhammad