Rasulullah SAW menyaksikan pembunuhan al-Husein setelah wafat beliau SAW

Dalam Kitab Al-Bidayah wan Nihayah, karya Ibn Katsir, jilid 5 hal 709, terbitan Darul Fikr, cet.pertama, tahun 2005:

Dari Ali bin Zaid bin Jad’an berkata; ”Ibnu Abbas terbangun dari tidurnya kemudian dia mengucapkan kalimat “inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun”, dia kemudian berkata, ”Demi Allah, Al-Husain telah terbunuh,” sahabat-sahabatnya bertanya kepada Ibnu Abbas; “bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Ibnu Abbas”, dia menjawab: ”aku bermimpi melihat Rasulullah saw, bersamanya ada sebuah botol berisi darah, dan beliau bersabda; “apakah kalian tahu apa yang telah diperbuat umatku sepeninggal aku? mereka telah membunuh putraku Al-Husain. Ini darahnya dan juga darah sahabat-sahabatnya, aku serahkan keduanya kepada Allah”.

Maka terjadilah pada hari dan saat yang sama, (apa) yang telah dikatakan oleh Ibnu Abbas tentang (mimpi)nya, kurang dari 24 hari, tak lama kemudian datang informasi ke Madinah, bahwa Al-Husain telah terbunuh pada hari dan waktu yang sama.

Dari Salma; ia berkata: ”aku masuk ke rumah Ummu Salamah, (saat itu) ia sedang menangis; kemudian aku bertanya (kepadanya); “apa yang membuat anda menangis?, ia menjawab; aku bermimpi melihat Rasulullah, sedangkan di atas kepala dan janggutnya penuh dengan tanah, aku pun bertanya (kepada Nabi); “ada apa ya Rasulullah saw?, beliau bersabda; “baru saja aku menyaksikan (peristiwa) pembunuhan Al-Husain.”

Dua riwayat diatas menegaskan bahwasanya setelah Rasulullah saw wafat beliau saw tetap menyaksikan peristiwa pembunuhan terhadap al-Husein sebagaimana kabar dari mimpi yang dialami Sahabat dan juga istri Nabi saw yaitu Ibn Abbas dan Ummu Salamah.

Poin penting yang dapat kita ambil dari kedua riwayat diatas adalah Rasulullah saw meskipun setelah wafat beliau saw tetap mengabarkan tentang terbunuhnya al-Husein kepada sahabat dan istri beliau saw.

Tentunya para sahabat dan istri Rasulullah saw mengenal fisik beliau saw sehingga jika mereka bermimpi bertemu Rasulullah saw maka mereka benar-benar telah bertemu Rasulullah saw, sebagaimana hal ini telah diketahui melalui riwayat yang masyhur yang dipercayai oleh seluruh muslimin.
Poin yang kedua adalah dikatakan dalam riwayat diatas bahwa Rasulullah saw hadir ketika terjadinya pembunuhan terhadap al-Husein hal ini sekaligus merupakan jawaban bagi mereka yang meyakini bahwa hubungan kita telah terputus dengan Rasulullah saw pasca wafatnya beliau saw dan Rasulullah saw pun tidak mengetahui apa yang kita lakukan, sementara dalam riwayat diatas Rasulullah saw menyaksikan langsung peristiwa pembunuhan terhadap al-Husein, sehingga ketika kita memberi salam kepada Rasulullah saw dari kejauhan maka beliau saw pun mendengar dan menjawab salam kita juga ketika menyentuh makam beliau saw pun beliau mengetahuinya dll.

Hal ini dibuktikan oleh 2 riwayat yang disebutkan oleh Ibn Katsir dalam kitabnya Al bidayah wan Nihayah. Pemahaman tersebut juga ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat At Taubah ayat 105 (9:105) :
9:105. Dan Katakanlah: “Beramallah kamu, MAKA ALLAH DAN RASUL-NYA SERTA ORANG-ORANG MUKMIN AKAN MELIHAT AMAL KAMU ITU, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Allah menegaskan bahwa Rasulullah saw MELIHAT AMAL perbuatan kita, yang berarti beliau saw hadir ditengah-tengah kita.

Allahumma Sholi ‘Ala Muhammad wa Aali Muhammad