Benarkah Sujud Diatas Tanah Sama dengan Menyembah Tanah? (bagian pertama)

Kitab Majmu Fatawa oleh Ibn Taimiyah Juz 11 halaman 435-436 terbitan Darul Hadis al-Qohiroh (Mesir) tahun 2006.

Ibn Taimiyah pernah ditanya tentang orang yang membentangkan sajadah didalam masjid dan dia sholat di atasnya (diatas sajadah), apakah perbuatan tersebut termasuk bid’ah atau tidak?

Maka Ibn Taimiyah menjawab: “Adapun sholat di atas sajadah dimana seseorang bermaksud untuk sholat diatasnya (diatas sajadah), hal ini bukanlah merupakan sunnah salaf dari sahabat muhajirin dan anshor dan generasi setelahnya dari para tabiin yang mengikuti mereka (Muhajirin dan Anshor) dengan baik pada masa hidup Rasulullah saw, akan tetapi mereka sholat dimasjidnya (masjid Rasulullah saw) diatas tanah, tidak ada seorangpun dari mereka yang menjadikan sajadah khusus untuk sholat diatasnya. Dan telah diriwayatkan bahwa sesungguhnya Abdurahman bin Mahdi ketika dia berkunjung ke Madinah dia membentangkan sajadah maka Malik memerintahkan untuk memenjarakannya, dikatakan kepada Malik : “Bahwa yang melakukan hal itu adalah Abdurrahman bin Mahdi. Maka Imam Malik berkata: “Tahukah engkau bahwa membentangkan sajadah di masjid kami adalah bid’ah”

Dalam kitab ini jelas Ibn Taimiyyah mengatakan bahwa sujud diatas tanah merupakan Sunnah Nabi saw, lantas yang menjadi persoalan adalah mengapa para pengikut Ibn Taimiyyah justru menjadikan sujud diatas tanah sebagai bahan olok-olok dan ejekan mereka kepada orang-orang yang melakukan sunnah Rasulullah saw yang secara tidak mereka sadari mereka sedang mengejek Rasulullah saw.

Maka kini terjawab dengan jelas mengapa para pecinta Ahlulbayt Nabi saw ketika mereka sholat mereka sujud diatas tanah.

Allahumma Sholi ‘Ala Muhammad wa Aali Muhammad