Ummu Salamah istri Nabi SAW berduka atas terbunuhnya al-Husein sampai menjerit dan jatuh pingsan

Dalam kitab Bidayah wan Nihayah, karya Ibn Katsir, jilid 5 hal 709, terbitan Darul Fikr, cet.pertama, tahun 2005.

Dari Syahr bin Hausyab; ia berkata: kami berada disekitar kediaman Ummu Salamah istri nabi saw, lalu kami mendengar jeritan yang berasal dari kediaman ummu Salamah, lalu Ummu Salamah berkata: “Al-Husain telah terbunuh,” kemudian Ummu Salamah berkata lagi; “Sungguh mereka telah melakukannya, Semoga Allah memenuhi kubur-kubur mereka, atau rumah-rumah mereka (para pembunuh al Husein) dengan api.” Kemudian Ummu Salamah JATUH PINGSAN dan kami pun bangun.

Didalam riwayat ini dijelaskan bahwasanya Ummu Salamah adalah salah seorang sahabat sekaligus istri Nabi saw, dimana beliau tidak hanya menangisi al Husein namun beliau juga sampai BERTERIAK dan JATUH PINGSAN karena begitu dahsyatnya tragedi yang menimpa al Husein.

Inilah yang dilakukan para pecinta al Husein ketika tiba bulan Muharrom dan khususnya Asyuro (hari kesepuluh bulan Muharrom) mereka melakukan apa yang dicontohkan oleh Nabi saw dan juga Istri beliau saw Ummu Salamah, dan riwayat ini sekaligus menjadi dalil bahwa menangisi al Husein bukanlah Bid’ah tetapi merupakan sunnah Rasul saw yang bahkan dilakukan oleh istri Nabi saw sehingga beliau jatuh pingsan, dengan demikian siapapun yang mengatakan bahwa menangisi al Husein adalah perbuatan bid’ah dan sesat maka secara tidak langsung mereka telah menghina Rasulullah saw dan juga Ummul mukminin Ummu Salamah.

Allahumma Sholi A’la Muhammad wa Aali Muhammad