Imam Ali Ar Ridho a s Dalam Pandangan Ulama Ahlusunnah Bagian Kedua

Akhbâr Ad-Duwal wa Al-Atsar, karya Al-Qirmani, jilid 1 halaman 344, terbitan Alam Al-Kutub, cetakan pertama, tahun 1992:

“Dalam kitab Târîkh An-Naisabur disebutkan: “Ali bin Musa Ar-Ridha ketika memasuki Naisabur… dia mengendarai keledai berwarna kelabu dan di atasnya ada kubah yang tertutup, kemudian beliau melewati pasar di Naisabur beliau didatangi oleh dua orang Imam Hafizh, yaitu Abu Zur’ah Ar-Razi dan Muhammad bin Aslam Ath-Thusi,mereka berdua bersama para penuntut ilmu hadis, serta para perawinya, mereka berkata: ” Wahai Tuan, putra para pemimpin yang mulia, DEMI HAK AYAH-AYAHMU YANG SUCI, dan para pendahulumu yang mulia, dapatkah Anda memperlihatkan kepada kami wajah mulia Anda yang diberkahi dan meriwayatkan kepada kami hadis dari ayah-ayah Anda dari kakek Anda? ”
Ali Ar-Ridha berkata: “ayahku Musa Al-Kadzim telah menyampaikan kepadaku dari ayahnya Ja’far Ash-Shadiq dari ayahnya Muhammad Al-Bagir dari ayahnya Ali Zainal Abidin dari ayahnya Al-Husein Syahid karbala dari ayahnya Ali bin Abi Thalib -semoga Allah memuliakan wajah beliau-, ia berkata: “Kekasihku dan saudaraku Rasulullah saw,telah menyampaikan kepadaku, beliau bersabda: “Jibril telah menyampaikan kepadaku, ia berkata: “Aku mendengar Allah berfirman: Lâ ilâha Illallâhu adalah bentengku, barang siapa yang mengucapkannya, maka akan masuk ke dalam bentengku, dan barang siapa yang masuk bentengku maka akan selamat dari azabku.”

Allahumma Sholi A’la Muhammad Wa Aali Muhammad