Imam Ali Ar Ridho a.s Dalam Pandangan Ulama Ahlusunnah Bagian Kesatu

Kitab Jâmi’ Karâmat Auliyâ’ karya Syeikh Yusuf An-Nabhâni, pada jilid 2 halaman 311, terbitan Dâr Al-Fikr, cetakan pertama, tahun 2005:
“Ali bin Musa Al-Kadzim bin Ja’far Ash-Shadiq, salah satu dari Imam besar (kaum Muslimin) dan pelita umat, dari golongan Ahlul Bait Nabi, sumber keilmuan, irfan, kedermawanan. Dia memiliki kemuliaan yang tinggi dan terkenal sebutannya.
Dari Muhammad bin Isa bin Abi Habib, ia berkata: “Aku melihat Al-Musthafa saw di dalam mimpi … aku melihat di sisi beliau mangkuk dari daun kurma, di dalamnya terdapat kurma Shaihâni, maka beliau memberikanku delapan belas butir kurma, setelah dua puluh hari sejak mimpi itu, Ali Ar-Ridha datang dari kota suci Madinah (ke kota suci Mekkah), beliau menginap di rumah itu, maka orang-orang bergegas mengucapkan salam kepadanya, dan aku pun datang ke tempat tersebut,
sementara dia duduk di tempat yang aku melihat duduknya Rasulullah saw (dalam mimpi itu) di tangannya ada semangkuk kurma Shaihâni, dia memberikanku segenggam butir kurma, ketika aku menghitungnya, jumlah kurma tersebut sama persis dengan jumlah yang diberikan Rasulullah saw (dalam mimpiku itu) maka aku berkata: “Tambahkanlah untukku.” Maka Ar-Ridha berkata: “Andai Rasulullah saw menambahkannya pasti aku juga akan menambahkan.”

Allahumma Sholi A’la Muhammad Wa Aali Muhammad